About me

Foto saya
BSD City, Tangerang, Indonesia
Let's make a better Life...
Tampilkan postingan dengan label Lessons of Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lessons of Life. Tampilkan semua postingan

22 September 2010

MOTIVASI KITA HARI INI

6 (ENAM) PERTANYAAN

Ada enam pertanyaan yang bisa anda tanyakan pada diri masing-masing untuk dijawab. Dari jawaban itu anda akan tahu sejauh mana diri anda memandang & mensyukuri arti kehidupan :

1. Siapa yang paling DEKAT dengan diri anda saat ini..?

2. Siapa yang paling JAUH dari anda saat ini...?

3. Apa yang paling BESAR didunia ini.?

4.Apa yang paling BERAT sehingga anda sulit untuk memikulnya.?

5. Apa yang paling RINGAN sehingga anda sering melakukanya.?

6. Apa yang paling TAJAM yang selalu anda gunakan..?


Mari kita lihat jawaban anda :

Pertanyaan pertama : Mungkin jawaban anda yang paling dekat dengan diri anda saat ini adalah keluarga anda (suami / istri anda, anak-anak anda), teman kerja anda, bos anda, bawahan anda, “teman” anda dan lain-lain. Jawaban anda benar…, tetapi jawaban paling benar yang paling dekat dengan anda adalah "KEMATIAN, karena kematian PASTI semakin mendekati anda namun anda tidak tahu sudah seberapa dekat jarak kematian dengan dengan anda"

Pertanyaan kedua : Jawaban anda yang paling Jauh mungkin langit, bintang, matahari, atau keluarga anda yang berada di luar pulai atau luar negeri dan sebagainya. Jawaban anda mungkin benar, tapi yang paling benar adalah "MASA LALU ANDA". Siapa pun anda, apapun jabatan anda, berapapun kekayaan anda, anda tidak dapat kembali ke masa lalu anda, anda tidak dapat membeli masa lalu anda agar kembali sebagaimana anda membeli tiket pesawat terbang untuk lebih medekatkan jarak satu Negara dengan Negara lain, yang terjadi justru semakin lama masa lalu anda akan semakin jauh meninggalkan anda

Pertanyaan ketiga : Mungkin jawaban anda yang paling besar adalah bumi, matahari atau planet Yupiter atau bahkan Galaxi dsb.

Sesungguhnya yang paling besar adalah "NAFSU" Nafsu yang tak terkendalikan akan mampu mengecilkan apapun yang ada. Banyak orang bisa celaka atau bahkan mencelakakan orang lain hanya karena memperturutkan hawa nafsunya, segala cara dihalalkan dan mengabaikan semua rambu-rambu, norma-norma agama dan susila bahkan peraturan pun bisa dipermainkan. Seyogyanyalah kita bisa mengendalikan hawa nafsu.

Pertanyaan keempat : Mungkin jawaban anda yang paling berat adalah gunung, bumi...dll, tapi yang paling berat adalah "MEMEGANG AMANAH". Anda mungkin tidak menyadarinya, namun amanah adalah beban yang paling berat. Banyak orang yang menyepelekan amanah, dipercaya sebagai pejabat, tapi menggunakan jabatannya tidak sesuai dengan amanah yang di embannya, diberikan amanah berupa keluarga yang harmonis, namun menyia-nyiakannya, tidak memberikan hak-hak keluarga yang lain dan yang dipikirkan hanyalah menuntut hak diri sendiri, diberikan amanah berupa kekuasaan, tapi menggunakan kekuasaan untuk kepentingan diri sendiri dan melupakan orang yang memberikan kekuasaan dan lain lain, diberikan amanah berupa pekerjaan namun menyia-nyiakan pekerjaan banyak korupsi waktu dsb

Pertanyaan yang kelima : mungkin saja jawaban anda yang paling RINGAN di dunia adalah kapas, debu atau angin, tapi yang paling ringan adalah "MENINGGALKAN IBADAH". Coba anda intropeksi diri, ketika tiba waktu untuk beribadah, entah itu sholat/puasa (untuk yang muslim) atau ke gereja / Vihara / klenteng /pura (untuk yang non muslim). Gampang sekali kita mengabaikan dan meninggalkannya karena kesibukan yang kita alami. Sering kali kita menunda-nunda kegiatan ibadah dan ujung-ujungnya kita meninggalkannya

Pertanyaan keenam : yang paling TAJAM di dunia ini mungkin jawaban anda pedang/ samurai / celurit dsb. Namun yang paling tajam adalah "LIDAH” Karena dengan lidah tali persaudaraan bahkan kekeluargaan bisa putus, dengan lidah orang bisa melukai orang lain bahkan yang paling dalam (hati), dengan lidah orang bisa membuat karier seseorang hancur, dengan lidah bisa membuat keluarga berantakan, dengan lidah bisa memutar balikkan fakta dsb

Rekan-rekan , sudahkah kita menjadi insan yang selalu mengingat KEMATIAN..?, senantiasa belajar dari MASA LALU...? tidak selalu memperturutkan bahkan bisa mengendalikan hawa NAFSU...?, Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun amanah itu dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita agar tidak melukai orang lain...??? Hanya diri kita masing-masing yang bisa menjawabnya.

Selamat bekerja yakin kita termasuk bagian orang-orang yang sukses dan siap untuk sukses dan tetap SEMANGAT.........SEMANGAT..........SEMANGAT......!!!!

16 September 2010

Lesson of life

•Disaat kamu ingin melepaskan seseorang..ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya
•Disaat kamu mulai tidak mencintainya. ..ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya
•Disaat kamu mulai bosan dengannya... ingatlah selalu saat terindah bersamanya
•Disaat kamu ingin menduakannya. ..bayangkan jika dia selalu setia
•Saat kamu ingin membohonginya. ..ingatlah disaat dia jujur padamu
•Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu
Jangan sampai disaat dia sudah tidak disisimu,
Kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu
•Yang indah hanya sementara
•Yang abadi adalah kenangan
•Yang ikhlas hanya dari hati
•Yang tulus hanya dari sanubari
•Tidak mudah mencari yang hilang
•Tidak mudah mengejar impian
•Namun yg lebih susah mempertahankan yg ada
Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga
•Ingatlah pada pepatah,
"Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"
•Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif....
•Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas
•Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yg luar biasa, namun...
Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi
Sehelai benang pun tak bisa dimiliki
Apalagi yang mau diperebutkan
Apalagi yang mau disombongkan
•Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani
•Jangan terlalu perhitungan
•Jangan hanya mau menang sendiri
•Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita
•Belajarlah tiada hari tanpa kasih
•Selalu berlapang dada dan mengalah
•Hidup ceria, bebas leluasa...
•Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan... .
•Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan... ......... ......
•Tak ada dendam yang tak bisa terhapus.... ......... .........
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

09 Desember 2008

Hachiko, kesetiaan seekor anjing

Di Kota Shibuya, Jepang, tepatnya di alun-alun sebelah timur Stasiun Kereta Api Shibuya, terdapat patung yang sangat termasyur. Bukan patung pahlawan ataupun patung selamat datang, melainkan patung seekor anjing. Dibuat oleh Ando Takeshi pada tahun 1935 untuk mengenang kesetiaan seekor anjing kepada tuannya.


Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya. Namanya Profesor Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab hubungan anjing dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api.. Hachiko pun setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun. Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.

Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat.

Pagi itu, seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko.
Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas.

Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan anjingnya yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu.

Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada anjingnya layaknya dua orang sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan, "saya akan menunggu tuan kembali."


Anjing manis, jangan pergi ke mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang! teriak pegawai kereta setengah berkelakar.

Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara agak keras, guukh!
Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.

Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Profesor yang kebetulah lewat koridor kampus.

Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia. Profesor Ueno meninggal dunia.
Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.

Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.

Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang. Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang. Bahkan hingga esoknya, dua hari kemu dian , dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang. Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.

Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya.

Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus. Tetapi anjing itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.

Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan.

Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya. Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak kemu dian suasana menjadi ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. Anjing itu sudah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati.

Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya. Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.


Mereka begitu terkesan dan terharu. Untuk mengenang kesetiaan anjing itu mereka kemu dian membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya. Sampai sekarang taman di sekitar patung itu sering dijadikan tempat untuk membuat janji bertemu. Karena masyarakat di sana berharap ada kesetiaan seperti yang sudah dicontohkan oleh Hachiku saat mereka harus menunggu maupun janji untuk datang. Akhirnya patung Hachiku pun dijadikan symbol kesetiaan. Kesetiaan yang tulus, yang terbawa sampai mati.

web counter